Gerimis
turun bergemericik
Bertanda
datangnya hujan deras
Duduk diam
menatap taman bunga
Mencoba
mencerna apa yang terjadi
Cinta tak
pernah memilihku
Kehidupan
tak pernah berpihak padaku
Aku hanya
tersenyum menerimanya
Sampai air
mataku menetes karenanya
Mungkin ini
sudah jalan hidupku
Jalan yang
penuh dengan kekosongan
Seperti
fatamorgana yang memukau
Namun itu
hanya sebuah angan-angan
Mimpiku
memang sangat indah
Seindah
bunga yang baru mekar
Warna-warni yang
meyejukkan mata
Harum wangi
yang menenangkan jiwa
Katakanlah
kalau aku tidak salah
Katakanlah
kalau aku ini benar
Sungguh aku
tak memahaminya
Sungguh aku
tak bisa sadar
Ingin aku
bercerita pada dunia
Betapa
menyedihkannya hidupku
Berdiri
diantara milyaran manusia
Yang bisa
saja membunuhku
Hanya
segelintir orang yang peduli padaku
Hanya
segelintir orang yang memperhatikanku
Namun aku
tetap bersyukur akan hal itu
Walau kadang
aku sedih akan hal itu
Kini aku
hanya diam membisu
Terbelunggu
dalam kesedihan
Kesedihan yang
tak perlu orang lain tahu
Hanya
kesendirianlah sebagai hiburan
Taman bunga
ini sangat indah
Jika kau
bersamaku akan lebih indah
Berjalan
berdua bersamamu
Membuatku
akan lupa waktu
Aku
mencintaimu dengan tulus
Bukan karena
kau cantik
Bukan karena
kau baik
Tapi aku
juga tak tahu apa itu
Bagiku cinta
itu seperti angin
Aku bisa
merasakannya
Tapi aku tak
tahu bentuknya
Karena
mencintaimu tak perlu alasan
Kaulah jiwa yang
akan mengisi kekosongan ini
Walaupun aku
tahu saat ini sangat sulit
Tapi aku
yakin kau tahu apa yang aku rasakan
Teruslah
berusaha hingga tiba saatnya
Hujan deras mulai turun
Membasahi seluruh taman
Air mataku tak terlihat lagi
Karena hujan yang menghalangi
Hujan deras mulai turun
Membasahi seluruh taman
Air mataku tak terlihat lagi
Karena hujan yang menghalangi
Gerimis di Taman