Thursday, April 16, 2015

Gerimis di Taman


Gerimis turun bergemericik
Bertanda datangnya hujan deras
Duduk diam menatap taman bunga
Mencoba mencerna apa yang terjadi

Cinta tak pernah memilihku
Kehidupan tak pernah berpihak padaku
Aku hanya tersenyum menerimanya
Sampai air mataku menetes karenanya

Mungkin ini sudah jalan hidupku
Jalan yang penuh dengan kekosongan
Seperti fatamorgana yang memukau
Namun itu hanya sebuah angan-angan

Mimpiku memang sangat indah
Seindah bunga yang baru mekar
Warna-warni yang meyejukkan mata
Harum wangi yang menenangkan jiwa

Katakanlah kalau aku tidak salah
Katakanlah kalau aku ini benar
Sungguh aku tak memahaminya
Sungguh aku tak bisa sadar

Ingin aku bercerita pada dunia
Betapa menyedihkannya hidupku
Berdiri diantara milyaran manusia
Yang bisa saja membunuhku

Hanya segelintir orang yang peduli padaku
Hanya segelintir orang yang memperhatikanku
Namun aku tetap bersyukur akan hal itu
Walau kadang aku sedih akan hal itu

Kini aku hanya diam membisu
Terbelunggu dalam kesedihan
Kesedihan yang tak perlu orang lain tahu
Hanya kesendirianlah sebagai hiburan

Taman bunga ini sangat indah
Jika kau bersamaku akan lebih indah
Berjalan berdua bersamamu
Membuatku akan lupa waktu

Aku mencintaimu dengan tulus
Bukan karena kau cantik
Bukan karena kau baik
Tapi aku juga tak tahu apa itu

Bagiku cinta itu seperti angin
Aku bisa merasakannya
Tapi aku tak tahu bentuknya
Karena mencintaimu tak perlu alasan

Kaulah jiwa yang akan mengisi kekosongan ini
Walaupun aku tahu saat ini sangat sulit
Tapi aku yakin kau tahu apa yang aku rasakan
Teruslah berusaha hingga tiba saatnya

Hujan deras mulai turun
Membasahi seluruh taman
Air mataku tak terlihat lagi
Karena hujan yang menghalangi


0 komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan sopan. Gunakan bahasa yang baik dan komentar tidak mengandung sara serta kata-kata yang kasar dan menyinggung pihak tertentu. Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Terima kasih.