Tuesday, February 5, 2019

Catatan Sang Pecundang


Memangnya ada yang seperti itu padamu, Hasan? Itu tidak akan pernah ada. Lihat saja dirimu. Begitu menyedihkan. Sangat menyedihkan. Selalu saja sendirian. Tidak ada yang bersamamu. Tidak ada yang sudi menyapamu. Sadarlah diri segera sebelum terlambat. Kau itu bagaikan buih. Kau itu hanya bayang-bayang. Kau itu hanya pemberhentian sementara. Kau tidak akan pernah mendapatkan yang seperti itu. Kau selalu mendapatkan kabar yang buruk. Selalu begitu. Dan mungkin juga akan terus begitu. Coba kau ingat-ingat lagi. Terakhir kali kau tersenyum bahagia? Ada? Memang ada. Tapi semuanya itu sebentar sekali. Baru saja tersenyum bahagia dengan suasana hati yang berbunga-bunga, dalam sekejap kau sudah kembali murung. Kau memang menyedihkan. Kebahagiaan selalu kau dapat dengan sebentar.

Sudah aku bilang dia tidak akan memperhatikanmu, Hasan. Kau ini siapa? Dilirik saja tidak akan ada yang sudi. Tidak akan ada yang memperhatikanmu. Kau akan selalu diabaikan. Percayalah. Sudah banyak yang mengabaikanmu. Itu tandanya kau tidak pernah diharapkan. Kau tidak pernah dirindukan? Ada yang merindukanmu? Ada, tapi sekarang tidak lagi. Kau ditinggalkan.

Kau itu contoh pria gagal. Tidak ada yang bisa kau lakukan. Semua orang yang menolongmu sudah kapok karena kau pembawa sial. Memang begitu dirimu. Tidak bisa berbuat apa-apa. Kau menangis dan tersenyum sendirian. Tidak ada yang mendampingi dirimu. Tapi syukurlah kau selalu ingat dengan Tuhanmu. Allah lebih tahu isi hatimu dari pada manusia. Meskipun begitu, kadang kau merasa kesepian, kan? Jujur saja. Kau itu sangat kesepian. Tapi kau selalu pura-pura tegar.

0 komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan sopan. Gunakan bahasa yang baik dan komentar tidak mengandung sara serta kata-kata yang kasar dan menyinggung pihak tertentu. Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Terima kasih.