Jendela kayu terbuka
Angin berhembus cepat
Terasa menusuk dada
Bagai sambaran kilat
Aku menatap cermin
Mataku berkedip pelan
Bibirku tersenyum ringan
Rambutku tertiup angin
Sunyi mendekati jiwa
Apa aku tidak akan bisa
Menggapai semua angan
Yang selalu aku dambakan
Aku masih tetap berdiri
Menghadapi sulitnya sunyi
Tidak akn aku menyerah
Walau tumpahnya darah
Sunyi