Wednesday, January 27, 2016

Sunyi



Jendela kayu terbuka
Angin berhembus cepat
Terasa menusuk dada
Bagai sambaran kilat

Aku menatap cermin
Mataku berkedip pelan
Bibirku tersenyum ringan
Rambutku tertiup angin

Sunyi mendekati jiwa
Apa aku tidak akan bisa
Menggapai semua angan
Yang selalu aku dambakan

Aku masih tetap berdiri
Menghadapi sulitnya sunyi
Tidak akn aku menyerah
Walau tumpahnya darah

0 komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan sopan. Gunakan bahasa yang baik dan komentar tidak mengandung sara serta kata-kata yang kasar dan menyinggung pihak tertentu. Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Terima kasih.